Tak ada alasan untuk kecewa, tak ada alasan untuk menyesal bahkan tak ada alasan untuk menangis.
semua yang terjadi adalah sebuah resiko yang telah diambil dari sebuah keputusan yang sangat berat.
mereka mungkin tak ada yang bisa melihat bagaimana rasa sakit yang ku alami, mereka hanya bisa menyalahkanku dan ada bahkan menyudutkanku. seakan disaat seperti ini, aku seraba salah tak ada tempat untuk berteduh. Rasa yang ada sekarang ini, sangat sulit tuk diartikan.
menangis, bosan aku sangat bosan. sampai kapan aku harus menangis.
perasaanku rumit, seakan hancur berkeping-keping. Ingin rasanya aku berlari dan teriak, bila perlu aku putar waktu kembali agar keadaanya tak seperti ini.
Ini tentang masa depanku. aku sadar dan tau, masa depanku tidak sesingkat ini dan tidak semudah ini.
Namun, ini awal ini sebuah kesempatan. tak mudah dan tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan sepertiku. Namun apa yang terjadi ? aku menolak kesempatan itu, bukan, lebih tepatnya orang tuakulah yang memutuskan semuanya, mereka bilang mereka tak sanggup. seberapa kerasa aku berusaha meyakinkan mereka bahwa aku yakin, aku bisa mengatasi semua jika aku sudah masuk kuliah dan sudah memulainya.
aku selalu yakin akan kehadiaran Tuhan dan peran Tuhan, Tuhan selalu memberikan Rejeki sesusai kebutuhan kan? DIA takan tega melihat hamba-Nya kesusahan apalagi hamba yang sedang melakukan ibadagh yaitu mencari ilmu. aku yakin dan sangat yakin, TUhan akan selalu memberikan kemudahan dan yang terbaik untuk umatnya.
Dan sekarang, aku dan Tuhanlah yang tau bagaimana perasaanku dan pikiranku. semua seakan sangat lambat untuk bekerja. Tidak semudah yang mereka bilang, aku harus ikhlas, dan harus tetap semangat. aku tau. tanpa mereka bilang pun, aku sudah memikirkan semua. aku harus kuat, tabah, sabar, ikhlas, dan semangat jangan putus asa.
Sekarang aku akan memulai semua yang baru yang baru untuk kehidupanku yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah.
aku akan memulai adengan sebuah senyuman, karna saat ini, tersenyum pun sulit untukku.
andai aku bisa memutar waktu aku ingin kembali ke masa-masa dimana hanya ada pelajaran rutin dan hanya matematikalah yang bisa membuat tegang sekaligus ngantuk secara bersamaan.
rindu akan cerita dan canda tawa teman kelas, suasana kelas yang mencekam namun tetap santai.
oh sayang, namun pada kenyataanya., aku hanya bisa, dan harus melanjutkan cerita hidupku yang seperti ini.
untuk terakhir pesan yang aku berikan pada diriku sendiri adalah,
Mungkin ini adalah awal yang terlihat menyedihkan dan sangat sulit. namun percayalah ini adalah awal menempuh kebahagiaan dan kesuksesan yang tidak terkira.
Kebahagiaan akan didapat dengan ridho dan berkah Allah, Yang harus aku lakukan saat ini adalah bersabar, ikhlas, tabah, tawadhu, optimis, dan pantang menyerah, Mulai sekaang aku harus bangkit dan membuka mata menatap dunia. Bahwa hidup ini indah dan sangat sayang jika kita hanya menyelahkan diri kita dan orang lain apalagi hanya bisa melihat masalalau dan menyesalinya. udah gak jaman lagiiiii.
Sekarang senyum, yakinkan hatimu. Percaya bahwa ini baru awal dan kau akan menjadi seorang kebanggan orang tua, agama dan negara.
PERCAYA, SEMANGAT, OPTIMIS, YAKIN,MULAI MELANGKAH , DAN BERDOA.
*jangan lupa selalu ingat dengan Tuhanmu ya....
_salam_sukses_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar